Sudah Mantap Memilih Nabung Emas? Yuk Pelajari Juga Resikonya

Sudah Mantap Memilih Nabung Emas? Yuk Pelajari Juga Resikonya

Daftar Isi Sudah Mantap Memilih Nabung Emas? Yuk Pelajari Juga Resikonya

Menabung emas sudah menjadi salah satu cara nabung yang cukup populer dalam beberapa tahun terakhir. Baik dari kalangan ibu rumah tangga, pekerja kantoran, hingga anak muda kini mulai sadar bahwa emas bukan hanya simbol kemewahan, tapi juga alat lindung nilai yang mampu menjaga kekayaan dari inflasi. Namun, seperti halnya semua instrumen investasi, menabung emas juga memiliki risiko yang perlu dipahami dengan baik.

Banyak orang terjebak pada anggapan bahwa emas selalu aman dan pasti untung, padahal faktanya tetap ada beberapa hal yang perlu disiapkan, karena instrumen menabung apapun tetap memiliki resikonya masing-masing. 

Fluktuasi harga, risiko penyimpanan, hingga kesalahan dalam memilih tempat membeli atau menjual bisa membuat keuntungan justru berkurang. Dengan begitu kita akan mempelajari berbagai resiko menabung emas dan bagaimana cara menyiasatinya agar tetap menjadi pilihan investasi yang bijak dan menguntungkan dalam jangka panjang.

Fluktuasi Harga Emas

Salah satu risiko utama dalam menabung emas adalah harga emas yang fluktuatif. Harga emas bisa naik tinggi, tetapi juga bisa turun dalam waktu singkat. Hal tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari nilai tukar dolar AS, suku bunga bank sentral, hingga kondisi geopolitik dunia.

Sebagai contoh, pada awal tahun 2023 harga emas sempat melonjak karena ketegangan geopolitik dan pelemahan dolar AS. Namun beberapa bulan kemudian, harga turun ketika suku bunga The Fed naik. Artinya, meski emas sering dianggap “aman”, nilainya tetap bisa berubah tergantung kondisi global.

Namun, ada yang lebih penting dari itu, fluktuasi jangka pendek tidak selalu merugikan. Jika tujuannya menabung emas adalah jangka panjang (5 hingga 10 tahun), kenaikan harga dalam jangka panjang cenderung mengimbangi penurunan sesaat. Prinsipnya menabung emas sebenarnya cukup sederhana, semakin lama kita menyimpan emas, semakin besar peluang nilainya naik.

Penyimpanan dan Keamanan

Risiko lain yang sering kali dilupakam adalah penyimpanan emas fisik. Merasa rumah adalah tempat paling aman, menjadikan tidak sedikit orang menyimpan emas tanpa pengamanan memadai. Hal ini berisiko terhadap kehilangan karena pencurian, kebakaran, atau bencana alam.

Memilih tempat penyimpanan emas di brankas pribadi atau di safe deposit box bank, bisa jadi opsi ini memang lebih aman, tapi tentu ada biaya tambahan yang harus dipertimbangkan. Biaya sewa kotak penyimpanan bisa berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp2 juta per tahun, tergantung ukuran dan lokasi.

Namun ada juga beberapa dari mereka yang menabung emas fisik memilih menyimpan emas Alternatif lain adalah menggunakan jasa penyimpanan resmi dari lembaga terpercaya. Namun, pastikan lembaga tersebut terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar keamanan dan transparansinya terjamin.

Memilih layanan jual beli emas yang tidak aman

Banyak orang tergiur membeli emas dengan harga murah tanpa memeriksa keaslian dan sertifikatnya. Padahal, emas palsu atau tidak bersertifikat bisa jadi jebakan kerugian besar.

Pastikan saat membeli emas dari tempat resmi seperti PT Antam, butik emas resmi, atau agen bersertifikat. Selain itu, pastikan emas yang akan dibeli memiliki sertifikat keaslian (sertieye atau sertifikat Antam) yang mencantumkan kadar kemurnian dan berat.

Sertifikat ini penting, bukan hanya untuk menjamin keaslian, tapi juga mempermudah proses buyback (penjualan kembali) nantinya. Emas tanpa sertifikat cenderung dihargai lebih rendah atau bahkan ditolak oleh toko emas resmi.

Mengingat sifat emas yang likuid, perlu menjadi pertimbangan besar lainnya adalah memilih layanan jual beli emas yang memudahkan kita baik ketika membeli maupun buyback (menjual kembali) emas dalam proses yang aman dan cepat. Salah satunya dengan layanan COD yang ada di Antaremas.com konsumen dapat membeli atau menjual emas dengan proses yang cepat dan aman, dengan layanan COD untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

Meski emas dikenal likuid (mudah dijual), kenyataannya tidak selalu demikian. Beberapa bentuk emas seperti perhiasan memiliki nilai jual kembali yang lebih rendah karena potongan biaya pembuatan (bisa 10 hingga 30%).

Selain itu, jika ingin menjual emas dalam jumlah besar, toko emas kecil mungkin tidak memiliki cukup dana untuk membeli semuanya sekaligus. Maka dari itu, penting untuk mengetahui tempat buyback yang terpercaya sebelum kamu memutuskan untuk menjual.

Layanan COD emas seperti ini sudah berkembang pesat di beberapa kota di Indonesia. Selain meningkatkan keamanan dalam transaksi emas, layanan COD sangat memudahkan kita pada momen momen tertentu saat dibutuhkannya buyback (menjual kembali) emas.

Resiko Spread atau Selisih Harga Jual Beli

Salah satu hal yang sering luput dari perhatian adalah spread harga emas, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual kembali. Spread ini bisa berkisar antara Rp50.000 hingga Rp150.000 per gram, tergantung merek dan tempat pembelian.

Artinya, jika kita membeli emas 1 gram seharga Rp1.200.000, maka harga buyback-nya mungkin hanya sekitar Rp1.070.000. Jadi, rasanya baru bisa untung jika harga emas naik cukup tinggi untuk menutupi selisih tersebut.

Oleh karena itu, emas lebih cocok untuk tabungan jangka panjang, bukan untuk trading harian. Dengan menabung rutin, siapapun bisa menyebar risiko harga (strategi dollar-cost averaging) dan mendapatkan nilai optimal dalam jangka panjang.

Keamanan Dokumen dan Sertifikat

Sertifikat emas bukan sekadar kertas pelengkap, tapi bagian penting dari aset itu sendiri. Kehilangan sertifikat bisa membuat harga jual emas mungkin saja turun karena pembeli tidak bisa memverifikasi keaslian logam tersebut.

Oleh karena itu, simpan sertifikat emas dengan rapi, misalnya di map khusus atau brankas tahan air. Jika memungkinkan, foto atau scan sertifikat sebagai salinan digital untuk berjaga-jaga.

Beberapa lembaga kini juga menyediakan sertifikat digital (digital certificate) agar lebih mudah disimpan dan diverifikasi secara online. Namun pada emas Antam sendiri sudah memiliki certieye yang bisa mengecek keaslian emas melalui barcode, hanya saja kita perlu memastikan kemasan emas tetap terjaga dengan baik.

Penipuan dan Investasi Bodong

Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap emas, muncul pula berbagai modus penipuan berkedok investasi emas. Mulai dari sistem arisan emas, investasi emas dengan imbal hasil tetap, hingga toko online abal-abal yang menjual emas fiktif.

Padahal, emas bukan instrumen yang memberikan bunga atau imbal hasil tetap. Nilainya murni ditentukan oleh harga pasar. Jika ada yang menjanjikan “keuntungan pasti setiap bulan”, hal itu perlu dihindari, karena emas akan terasa ‘untung’ bagi mereka yang konsisten bukan hanya dalam hitungan bulan.

Untuk menghindari hal ini, selalu lakukan transaksi melalui lembaga terpercaya, dan hindari transfer ke rekening pribadi tanpa bukti resmi pembelian.

Terlalu Fokus dengan Emas

Meskipun emas terbukti tahan inflasi, mencoba instrumen lain untuk menabung atau investasi tidaklah masalah. Dalam perencanaan keuangan yang sehat, penting untuk diversifikasi aset, misalnya membagi tabungan ke beberapa instrumen seperti emas, tabungan tunai, reksa dana, atau deposito.

Diversifikasi membantu menjaga stabilitas finansial. Saat harga emas turun, kita masih punya aset lain yang nilainya stabil atau bahkan naik. Dengan demikian, kita tidak bergantung pada satu sumber keuntungan saja.

Cara Bijak Mengelola Resiko Saat Menabung Emas

Agar tabungan emas tetap aman dan menguntungkan, penting untuk kita memahami bahwa meski emas dikenal stabil, tetap ada faktor risiko yang perlu diantisipasi. Apalagi jika dirasa sudah yakin betul memilih instrumen emas sebagai salah satu cara menjaga nilai harta untuk perencanaan masa depan.

  1. Tentukan tujuan menabung. Apakah untuk dana darurat, pendidikan anak, atau persiapan pensiun. Pastikan tabungan untuk rencana jangka panjang sebagaimana cara emas bekerja menjaga nilai harta.
  2. Gunakan sistem menabung rutin. Misalnya, beli emas tiap bulan tanpa melihat harga naik ataupun turun.
  3. Simpan di tempat aman. Gunakan brankas, safe deposit box, atau layanan penyimpanan resmi.
  4. Pantau harga emas secara berkala. Gunakan aplikasi atau situs resmi.
  5. Siapkan strategi buyback. Ketahui kapan dan di mana kita bisa menjual atau membeli emas dengan harga terbaik.
  6. Pilih emas fisik stau logam mulia. Untuk tabungan jangka panjang, logam mulia lebih menguntungkan dibanding perhiasan karena tidak ada potongan biaya pembuatan.

Emas tetap menjadi salah satu instrumen tabungan dan investasi paling populer karena tahan inflasi dan mudah diperjualbelikan. Namun, penting untuk memahami bahwa emas bukan tanpa risiko.

Fluktuasi harga, risiko penyimpanan, spread harga, hingga penipuan bisa menurunkan nilai tabungan jika tidak disiasati dengan bijak. Karena itu, kuncinya bukan hanya beli emas dan simpan, tetapi juga pahami cara kerja dan risikonya.

Dengan pengetahuan yang cukup, disiplin menabung, dan strategi penyimpanan yang aman, emas bisa menjadi pondasi keuangan jangka panjang yang stabil, baik untuk dana darurat, pendidikan anak, maupun persiapan masa pensiun.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Threads

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Picture of Antar Emas

Antar Emas

AntarEmas by HFGOLD adalah pelopor COD Emas Antam dengan Gold Delivery System. Saat ini konsep antar-jemput emas ini sudah bisa dinikmati di 23 kota besar di seluruh Indonesia termasuk JABODETABEK, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Sidoarjo, Malang, Tasikmalaya, Balikpapan, Makassar, Pekanbaru, Bangka, Medan, Cirebon, Palembang, Madura, Serang, Cilegon, Padang. Jumlah wilayah operasi akan terus berkembang, InsyaAllah.

Lihat Semua Artikel

Postingan Terbaru

Kategori

Grafik Harga Emas

Berdasarkan Logam Mulia ANTAM Reinvented with Certicard

Konsultasi Perhitungan Zakat

Silakan konsultasikan kepada Ahli kami terkait zakat Emas yang wajib Anda laksanakan sebagai Muslim

Secret Link